KUPS Madu Desa Laban Nyarit Laksanakan Pemanenan Madu Kelulut, Hasilkan 13 Botol Madu

1771835313848.jpg

Laban Nyarit, 21 Februari 2026 – Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Madu Desa Laban Nyarit melaksanakan kegiatan pemanenan madu kelulut pada Sabtu (21/02). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya membangkitkan kembali semangat dan produktivitas kelompok setelah melalui berbagai tantangan dalam pengelolaan stup madu.

KUPS Madu Desa Laban Nyarit terbentuk pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial Hutan Desa di Desa Laban Nyarit. Pada tahun 2023, kelompok ini memperoleh dukungan sebanyak 20 stup madu sebagai bagian dari penguatan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu. Seiring berjalannya waktu dan berbagai kendala teknis di lapangan, saat ini tersisa 11 stup yang masihaktif dan dikelolasecaraintensif oleh anggotakelompok.

Di bawah kepemimpinan Ketua KUPS, Bapak Simon, serta didampingi oleh Nadia selaku fasilitator dari KKI Warsi, proses pemanenan dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Pemanenan kali ini menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan total produksi sebanyak 13 botol madu kelulut ukuran 250 ml.



Peningkatan hasil produksi ini tidak terlepas dari upaya perbaikan yang dilakukan anggota kelompok, khususnya pada bagian topping stup yang sebelumnya mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat dua stup yang menunjukkan perkembangan koloni yang baik, ditandai dengan posisi telur yang sudah naik kebagian atas. Kondisi ini membuka peluang untuk dilakukan proses pencangkokan guna memperbanyak koloni baru dan memperluas skala produksi kedepan.

Hasil panens ebanyak 13 botol madu ini menjadi awal yang baik dalam membangkitkan kembali semangat anggota KUPS Madu Desa Laban Nyarit. Kedepan, madu kelulut diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan desa yang bernilai ekonomi serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui skema perhutanan sosial.

Melalui pengelolaan yang lebih terencana, perawatan stup yang rutin, serta penguatan kapasitas anggota kelompok, KUPS Madu Desa Laban Nyarit optimis dapat meningkatkan jumlah produksi dan memperluas pemasaran produk madu kelulut sebagai komoditas hasil hutan bukan kayu yang berkelanjutan.

Bagikan post ini: