SEJARAH DESA LABAN NYARIT
Desa Laban Nyarit merupakan Desa tertua dan Desa induk yang berada di wilayah Daerah Aliran Sungai RAN, bersama dengan empat Desa lainnya yaitu Desa Mirau, Long Rat, Halanga, dan Nunuk Tana Kibang.
Masyarakat Laban Nyarit berasal dari suku Dayak Merap, yang nenek moyangnya dahulu bermigrasi dari wilayah Sungai Bahau ke Sungai Malinau, dipimpin oleh Kepala Suku Aran Incau. Seiring waktu, mereka berpindah-pindah tempat hingga akhirnya menetap di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Laban Nyarit.
Secara resmi, Desa Laban Nyarit dibentuk pada tahun 1945 dan telah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Desa ini menjadi pusat awal perkembangan permukiman masyarakat Dayak Merap di sepanjang Sungai RAN.
Perkembangan Pemerintahan
Kepala desa pertama yang menjabat secara resmi adalah Aran Ilau, diikuti oleh beberapa tokoh penting lainnya seperti Ubangi Lau, Alang Ngihan, Aran Lungu, hingga saat ini dijabat oleh Aguthinus Aran (sejak 2023). Di masa kepemimpinan terdahulu, desa ini mulai berkembang secara infrastruktur, seperti pembangunan sekolah dasar (SDN 072) dan gereja GKII.
Identitas Budaya
Desa ini masih kuat menjaga adat dan tradisi Suku Dayak Merap, termasuk dalam hal kepemimpinan, kehidupan sosial, dan kepercayaan. Kearifan lokal tetap dijaga sebagai warisan budaya turun-temurun. Seiring dengan perkembangan zaman dan terbukanya akses wilayah, beberapa suku lain mulai bermukim di Desa Laban Nyarit, sepertI Suku Kenyah, Lundayeh, Toraja, Timu dan beberapa suku lainnya dari berbagai latar belakang budaya
Hal ini menjadikan Desa Laban Nyarit sebagai desa yang lebih heterogen namun tetap harmonis, dengan masyarakat yang hidup berdampingan dalam semangat gotong royong dan saling menghormati adat istiadat masing-masing.
Baca juga:
Laban Nyarit Bersinar di IRAU ke-11 dan HUT Kabupaten Malinau ke-26 : Semangat Melestarikan Budaya
Laban Nyarit Bersinar di IRAU ke-11 dan HUT Kabupaten Malinau ke-26 : Semangat Melestarikan Budaya